Safari Ramadhan Hari ke -11 di Masjid Riyadlul Jannah Desa Randupadangan di Hadiri 500 Jamaah

Merdekapostnews.com – Gresik, Jatim – Kegiatan Safari Ramadhan hari ke-11 digelar di Masjid Riyadlul Jannah, Desa Randupadangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Acara buka bersama tersebut dihadiri kurang lebih 500 jamaah yang memenuhi area masjid dengan penuh kebersamaan dan kekhidmatan.


Dalam rangkaian acara, Gus Sholeh, S.Pd., M.Pd., menyampaikan Mauidhotul Hasanah selama kurang lebih 30 menit dengan tema “Fiqih Puasa dan Fleksibilitas Agama Islam.”

Beliau menjelaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi merupakan ibadah yang memiliki aturan (fiqih) yang jelas sekaligus penuh kemudahan. Islam memberikan rukhsah (keringanan) bagi umat yang memiliki uzur. Orang sakit diperbolehkan tidak berpuasa dan menggantinya di hari lain, musafir diberi kelonggaran untuk berbuka, serta bagi yang tidak mampu secara permanen diwajibkan membayar fidyah.

Hal tersebut menunjukkan bahwa Islam adalah agama rahmat yang tidak memberatkan umatnya.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 185:

Baca juga  Penyematan Almamater Maba Prodi Bahasa Inggris dari Thailand Mewakili Ribuan Maba UMG

يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ
“Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.”
Ayat tersebut menjadi dasar bahwa syariat Islam bersifat fleksibel dan penuh kasih sayang.

Selain itu, Gus Sholeh juga mengingatkan jamaah untuk menjaga hal-hal yang membatalkan puasa, menjauhi perkara makruh, serta memperbanyak amal penyempurna pahala seperti menjaga lisan, bersedekah, membaca Al-Qur’an, dan memakmurkan masjid.
Dalam tausiyahnya, beliau menegaskan kemuliaan Nabi Muhammad SAW melalui sabda beliau:

أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا فَخْرَ
“Aku adalah pemimpin seluruh anak cucu Adam pada hari kiamat, dan aku tidak menyombongkan diri.”
(HR. Muslim)

Kemuliaan Rasulullah SAW begitu agung hingga kelak Nabi Isa ‘alaihissalam akan turun mengikuti syariat Nabi Muhammad SAW dan menjadi bagian dari umat beliau.
Tausiyah ditutup dengan ajakan agar Ramadhan tidak hanya dijalani secara fiqih, tetapi juga secara ruhiyah dan akhlak.

Baca juga  Meski Turun Lebih Dari 10%, Wabup Aminatun Habibah Harapkan Organisasi Perempuan Tak Kendor Atasi Masalah Stunting

Diharapkan seluruh jamaah dapat menjaga kualitas ibadah, memakmurkan masjid, serta istiqamah hingga akhir Ramadhan. (Tim/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *