Viral Aksi Penghentian Kegiatan Ibadah Keagamaan di Cerme Gresik Berujung Perdamaian

Merdekapostnews.com – Gresik,Jatim – Sebuah video detik- detik aksi penghentian kegiatan ibadah keagaman disebuah rumah warga, di Perum Cerme Indah, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik viral dimedia sosial.

Dalam rekaman video dengan durasi lebih dari 2 menit itu terlihat dua orang pria dan satu orang wanita mendatangi rumah warga yang diketahui bernama ibu Manurung dan berteriak- teriak akan kegiatan ibadah dihentikan.

Sejumlah warga yang datang ke lokasi kejadian mencoba melerai dengan menenangkan para pihak. Sayangnya sejumlah orang yang melakukan aksi protes tetap ngotot hingga terjadi perang mulut dan nyaris adu pukul.

Usai kejadian, Polsek Cerme bersama Forkopimcam Cerme berusaha melakukan mediasi di Balai Desa Betiting pada Kamis(9/05) malam. Adapun beberapa poin kesepakatan dihasilkan terkait penghentian ibadah jemaat Kristiani di Perum Cerme Indah.

Hasil kesepakatan bahwa kedua belah pihak yakni pasangan suami istri Yoyok dan Yayik selaku pihak yang melakukan aksi penghentian kegiatan dengan Manurung pemilik rumah, saling menghormati dan menghargai serta saling memaafkan tanpa paksaan.

Baca juga  Usai Apel Pagi, Anggota Polres Gresik di Tes Urin Dadakan

”Harapan Bapak Hormali Sirait kegiatan ibadah tidak dilarang dan bisa dilakukan di rumah,” ujar Iptu Andik Asworo, Kapolsek Cerme usai mediasi.

Semenyara pihak Yoyok dan keluarga menyampaikan permohonan maaf atas tindakannya menghentikan kegiatan ibadah dan berharap ada komunikasi.

“Hasil mediasi kesepakatan bersama bahwa kedua belah pihak saling menghormati, menghargai dan memaafkan apa yang sudah, telah terjadi yang dibuat untuk menjadikan evaluasi diri dan saling menahan ego serta tanpa ada paksaan, tekanan dari pihak manapun dan berikut di tanda tangani bersama yang bermaterai,” jelasnya.

Kapolsek berharap antar warga meningkatkan komunikasi sehingga tidak ada kesalahan pahaman.

“Polsek Cerme akan terus melakukan patroli di sekitar Perum Cerme Indah untuk menjaga keamanan dan kondusifitas terutama peran Bhabinkamtibmas dalam komunikasi dan pembinaan msyarakat,” tutupnya.

Sekedar diketahui, kejadian penghentian kegiatan ibadah jemaat Kristiani (GPIB Benowo Surabaya) yang dilakukan pasutri Yoyok dan Yayik bersama 1 orang laki-laki pada hari rabu tanggal 08 Mei 2024 sekira pukul 19.00 wib bertempat rumah kediaman Hormali Sirait (Manurung) di Perum. Cerme Indah Rt.03/11 Desa Betiting Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik.

Baca juga  Bangkitnya SSB Cerme di Tandai Tumpengan dan Jalani Uji Coba Lawan SSB Petro Kimia Putra

Mediasi dihadiri oleh Kapolsek Cerme Iptu Andik Asworo, Kakesbangpol Nanang, Muspika Kecamatan Cerme, perangkat Desa Betiting, serta Manurung dan keluarga Yoyok.(muh/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *